Sebuah startup asal Bandung meluncurkan aplikasi pemantau kualitas udara yang memanfaatkan sensor murah di sejumlah titik kota. Data diperbarui setiap lima menit.

Terbuka untuk Peneliti

Data mentah dibuka untuk peneliti dan jurnalis. Pengembang berharap informasi ini membantu warga mengatur waktu beraktivitas di luar ruang.

Tahap berikutnya, sensor akan dipasang di sekolah dan puskesmas bekerja sama dengan pemerintah kota.