Sebuah perguruan tinggi di Jawa Barat membuka laboratorium kecerdasan buatan. Fasilitas ini fokus pada pertanian presisi dan pengolahan bahasa Indonesia.
Kolaborasi dengan Kelompok Tani
Riset pertanian presisi dilakukan bersama kelompok tani di tiga kabupaten. Mahasiswa mendampingi petani mengukur kelembapan tanah dan memprediksi waktu tanam.
Laboratorium juga menyediakan program pendampingan bagi guru sekolah menengah yang ingin mengajar dasar-dasar kecerdasan buatan.



Ikut berdiskusi
Kolom komentar terbuka untuk anggota terdaftar. Ini menjaga diskusi tetap sehat dan membuat Anda bisa menerima notifikasi balasan.
Anggota dapat +10 poin untuk setiap berita yang dibaca, plus notifikasi email berita baru.